Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Wiranto’

Bandarlampung (ANTARA) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Wiranto mengajak seluruh elemen bangsa kembali pada semangat nasionalisme yang kini melemah akibat pragmatisme dan fanatisme kelompok.

Usai membuka Musyawarah Daerah DPD Partai Hanura Provinsi Lampung di Bandarlampung, Kamis, Wiranto mengatakan, fanatisme kelompok menjadikan bangsa Indnesia terjebak pada konflik berkepanjangan.

“Lalu kapan bangsa ini akan maju dan bisa bersaing dengan bangsa lain,” kata dia.

Karena itu, lanjutnya, Partai Hanura mengajak seluruh elemen menggunakan hati nurani dalam membangun bangsa dengan kesadaran bersama.

Menyinggung sikap Hanura terhadap pemerintah, Wiranto mengatakan, partainya tetap mengkritisi kebijakan yang kurang tepat dengan cara yang konstruktif.

Wiranto pun mengakui tawaran untuk koalisi dengan partai pendukung pemerintah, dan diberikan beberapa posisi seperti menteri, namun bagi Hanura itu hanya keuntungan pribadi.

“Buat kami bukan kepentingan individual. Tetapi yang terpenting untuk rakyat,” katanya.

Terkait penanganan beberapa kasus, ia menegaskan partainya mengedepankan hati nurani yang berjalan pada kebenaran.

“Kalau ada kasus dan itu salah, kami mendukung penuntasannya,” ujar Wiranto.

Sementara mengenai pemilihan kepala daerah, Ketua Umum DPP Partai Hanura itu menytakan, siapa pun calonnya yang penting mendapat dukungan rakyat dan bermanfaat bagi rakyat.

“Ada calon yang diusung langsung oleh Hanura, ada pula yang dicalonkan partai lain dan Hanura ikut mengusungnya. Yang penting calon itu memang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Karena itu, untuk mendapatkan sosok yang ideal, pihaknya menggunakan lembaga survei untuk melihat peluang sejumlah calon.

sumber: id.news.yahoo.com

Iklan

Read Full Post »


PIMPIN HANURA LAGI: Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terpilih, Wiranto (tengah) bersama Sekjen terpilih, Dossy Iskandar Prasetyo (kiri) dan Ketua DPP Hanura, Yudi Krisnandi (kanan), bergandengan tangan usai penutupan Mdsyawarah Nasional (Munas) I Partai Hanura di Surabaya, Minggu (7/2). Wiranto kembali memimpin Hanura setelah dipilih peserta munas secara aklamasi. (Foto Ant/Bhakti Pundhowo)

Surabaya (SIB)
Peserta Musyawarah Nasional (Munas) I Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)diwarnai dengan adu mulut dan nyaris baku hantam. Peristiwa itu terjadi ketika pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Adu mulut dan nyaris baku hantam itu ketika anggota Hanur melakukan pembahasan oleh komisi A yang dipimpin oleh Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Sabtu (6/2).
Saat itu, terjadi adu argumentasi tentang mekanisme pemilihan kepala daerah dan wakilnya.
Keributan itu bermula saat komisi ini membahas mengenai pemilihan kepala daerah dan wakilnya. Sebagian besar dari anggota komisi itu menginginkan setiap calon kepala daerah harus diajukan melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebelum diajukan ke Dewan Pimpinan Daerah dan kemudian diteruskan ke Dewan Pertimbangan Pusa (DPP).

Namun, beberapa daerah tidak melalui mekanisme tersebut dan memotong jalur dengan tidak melalui DPC melainkan langsung ke DPD hingga ke tingkat DPP. Mekanisme yang seperti ini dianggap tidak fair karena DPC adalah pihak pertama yang mengetahui calon kepala daerah tersebut.
Sehingga sebagian dari anggota meminta agar di AD/ART dijelaskan secara detail mengenai mekanisme tersebut. Namun, oleh sebagian peserta usulan itu tidak bisa dimasukkan dalam AD/ART partai yang baru berumur 3 tahun itu.

Perseteruan itu kemudian menyulut adu mulut antar kedua belah pihak. Bahkan beberapa dari anggota akan adu hantam dan tetap bertahan pada argumentasinya masing-masing. Sehingga rapat yang seharusnya khusuk berakhir dengan keributan antar anggota.
Fuad Bawazier: Sekjen Hanura dari Kaum Muda
Siapakah yang akan menduduki kursi sekretaris jenderal (sekjen) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tampaknya akan jatuh pada calon yang masih muda. Usia muda memang diperlukan partai untuk berkembang menjadi lebih baik.

Di antara 4 orang kandidat sekjen itu, ada dua nama yang masih dalam kategori muda yakni Dossy Iskandar dan Danny Thartansyah. Penguatan kandidat yang berumur di bawah 60 tahun itu diindikasikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Hanura, Fuad Bawazier.
“Sekjen itu adalah harus orang muda karena orang muda adalah yang kami butuhkan saat ini,” kata dia saat ditemui wartawan di sela-sela Munas I Hanura di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Sabtu (6/2).
4 Calon Kuat Perebutkan Kursi Sekjen

Pertarungan sebenarnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hanura adalah perebutan kursi Sekjen.
4 nama calon kuat Sekjen Partai Hanura itu adalah Yus Usman (sekjen Hanura periode 2005-2010), Akbar Faisal (DPP Hanura), Danny Petahabsyaharsyah (wasekjen Bidang Organisasi) dan Dossi Iskandar (Ketua DPD Hanura Jatim).
Jelang pemilihan sekjen, panita membentuk tim formatur. Tim ini terdiri dari ketua umum, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan daerah.

Pantauan detikcom di arena Munas Partai Hanura, di Hotel Shangri-La, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Jatim, Sabtu (6/2/2010), salah satu calon, yakni Dossy Iskandar, terlihat paling agresif. Dia tampak terus menempel sang ketua umum, Wiranto.
Calon lain, Yus Usman, juga telah menyatakan kesediaannya menjadi sekjen. Memang pria berkacamata ini saat ini sudah menjabat sebagai sekjen periode 2007-2010. “Kalau saya siap menjadi sekjen lagi kalau memang dipilih,” tutur Yus.
Yus tetap berusaha untuk mendapatkan kursi tersebut namun, berdasarkan mekanisme partai, penetapan sekjen melalui tim formatur. Jabatan itu penting bagi Hanura untuk berkembang lebih baik.
Dossy Iskandar Terpilih Jadi Sekjen Partai Hanura
Sudah diperkirakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Partai Hanura Jawa Timur, Dossy Iskandar terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura. Dossy menyisihkan 3 orang kandidat lainnya.

Tiga calon sekjen yang disisihkan Dossy adalah wakil sekjen demisioner Saleh Husein dan Dhanny Tharhansyah dan sekjen demisioner Yus Usman. Dossy menyisihkan ketiganya setelah melewati persaingan ketat dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Hanura di Hotel Shangri-La 5-7 Februari 2010.
Terpilihnya Dossy ini sudah diperkirakan sebelumnya karena internal Partai Hanura sudah mengindikasikan sekjen akan dipegang kaum muda. “Dossy mempunyai kualitas terbaik dan mau mengorbankan kepentingan pribadinya,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Bambang WS kepada wartawan saat jumpa pers seusai Munas Hanura I di Hotel Shangri-La, Surabaya, Minggu (7/2).
Menurut Bambang, Dossy adalah kader Hanura yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan kandidat lainnya. Pemilihan Dossy melalui Munas sebagai bukti tidak adanya kepentingan politik tertentu yang memesannya. (detikcom/i)

[Harian Sinar Indonesia Baru, hariansib.com, 8 Feb 2010]

Read Full Post »

JAKARTA, KOMPAS.com (16/01/2010)- Mantan Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh dikabarkan menjadi calon kuat Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat menggantikan Wiranto.

Wasekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Ghanty Sjahabudin mengisyaratkan bahwa tim Kaukus Pendukung Wiranto (KPW) terbuka bagi bos Media Group tersebut.

“Kami selalu terbuka. Ini kan partai baru, jadi terbuka saja siapapun yang mau mencalonkan diri menjadi Ketua Umum ataupun Wakil Ketua Umum. Kan tidak ada aturan yang mengikat dalam AD ART,” kata Ghanty yang juga sebagai Ketua KPW, saat jumpa pers, di Gedung Joeang 45, Jakarta, Sabtu (16/1/2010).

Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa Wiranto merupakan sosok yang tepat untuk mengisi posisi Ketua Umum Partai Hanura periode 2010-2014. Hari ini, sepuluh kader DPP Hanura menyatakan mendukung Wiranto menjadi Ketua Umum. Dukungan ini disampaikan oleh tim Kaukus Pendukung Wiranto atau DPW.

Ghanty mengatakan, kader partainya mempunyai kriteria tertentu dalam memilih seseorang untuk menjadi Ketua Umum. “Kami melihat seseorang itu mempunyai prestasi atau tidak. Kami masih ingin pak Wiranto menjadi ketua umum. Meski tidak menutup kemungkinan Surya Paloh,” katanya.

Ghanty menambahkan bahwa deklarasi ini merupakan tahap awal perkenalan bahwa dukungan KPT terhadap Wiranto berdasarkan pertimbangan dan pengalaman yang dimiliki oleh mantan Pangab itu.

Read Full Post »

Segenap pengurus Partai HANURA siap mengawal serta mengantarkan kemenangan Jusuf Kalla dan Wiranto sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 2009-2014.

jkwin

Calon Presiden & Wakil Presiden Republik Indonesia 2009 – 2014

Read Full Post »