Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘munas’


PIMPIN HANURA LAGI: Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terpilih, Wiranto (tengah) bersama Sekjen terpilih, Dossy Iskandar Prasetyo (kiri) dan Ketua DPP Hanura, Yudi Krisnandi (kanan), bergandengan tangan usai penutupan Mdsyawarah Nasional (Munas) I Partai Hanura di Surabaya, Minggu (7/2). Wiranto kembali memimpin Hanura setelah dipilih peserta munas secara aklamasi. (Foto Ant/Bhakti Pundhowo)

Surabaya (SIB)
Peserta Musyawarah Nasional (Munas) I Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)diwarnai dengan adu mulut dan nyaris baku hantam. Peristiwa itu terjadi ketika pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Adu mulut dan nyaris baku hantam itu ketika anggota Hanur melakukan pembahasan oleh komisi A yang dipimpin oleh Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Sabtu (6/2).
Saat itu, terjadi adu argumentasi tentang mekanisme pemilihan kepala daerah dan wakilnya.
Keributan itu bermula saat komisi ini membahas mengenai pemilihan kepala daerah dan wakilnya. Sebagian besar dari anggota komisi itu menginginkan setiap calon kepala daerah harus diajukan melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebelum diajukan ke Dewan Pimpinan Daerah dan kemudian diteruskan ke Dewan Pertimbangan Pusa (DPP).

Namun, beberapa daerah tidak melalui mekanisme tersebut dan memotong jalur dengan tidak melalui DPC melainkan langsung ke DPD hingga ke tingkat DPP. Mekanisme yang seperti ini dianggap tidak fair karena DPC adalah pihak pertama yang mengetahui calon kepala daerah tersebut.
Sehingga sebagian dari anggota meminta agar di AD/ART dijelaskan secara detail mengenai mekanisme tersebut. Namun, oleh sebagian peserta usulan itu tidak bisa dimasukkan dalam AD/ART partai yang baru berumur 3 tahun itu.

Perseteruan itu kemudian menyulut adu mulut antar kedua belah pihak. Bahkan beberapa dari anggota akan adu hantam dan tetap bertahan pada argumentasinya masing-masing. Sehingga rapat yang seharusnya khusuk berakhir dengan keributan antar anggota.
Fuad Bawazier: Sekjen Hanura dari Kaum Muda
Siapakah yang akan menduduki kursi sekretaris jenderal (sekjen) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tampaknya akan jatuh pada calon yang masih muda. Usia muda memang diperlukan partai untuk berkembang menjadi lebih baik.

Di antara 4 orang kandidat sekjen itu, ada dua nama yang masih dalam kategori muda yakni Dossy Iskandar dan Danny Thartansyah. Penguatan kandidat yang berumur di bawah 60 tahun itu diindikasikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Hanura, Fuad Bawazier.
“Sekjen itu adalah harus orang muda karena orang muda adalah yang kami butuhkan saat ini,” kata dia saat ditemui wartawan di sela-sela Munas I Hanura di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Sabtu (6/2).
4 Calon Kuat Perebutkan Kursi Sekjen

Pertarungan sebenarnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hanura adalah perebutan kursi Sekjen.
4 nama calon kuat Sekjen Partai Hanura itu adalah Yus Usman (sekjen Hanura periode 2005-2010), Akbar Faisal (DPP Hanura), Danny Petahabsyaharsyah (wasekjen Bidang Organisasi) dan Dossi Iskandar (Ketua DPD Hanura Jatim).
Jelang pemilihan sekjen, panita membentuk tim formatur. Tim ini terdiri dari ketua umum, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan daerah.

Pantauan detikcom di arena Munas Partai Hanura, di Hotel Shangri-La, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Jatim, Sabtu (6/2/2010), salah satu calon, yakni Dossy Iskandar, terlihat paling agresif. Dia tampak terus menempel sang ketua umum, Wiranto.
Calon lain, Yus Usman, juga telah menyatakan kesediaannya menjadi sekjen. Memang pria berkacamata ini saat ini sudah menjabat sebagai sekjen periode 2007-2010. “Kalau saya siap menjadi sekjen lagi kalau memang dipilih,” tutur Yus.
Yus tetap berusaha untuk mendapatkan kursi tersebut namun, berdasarkan mekanisme partai, penetapan sekjen melalui tim formatur. Jabatan itu penting bagi Hanura untuk berkembang lebih baik.
Dossy Iskandar Terpilih Jadi Sekjen Partai Hanura
Sudah diperkirakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Partai Hanura Jawa Timur, Dossy Iskandar terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura. Dossy menyisihkan 3 orang kandidat lainnya.

Tiga calon sekjen yang disisihkan Dossy adalah wakil sekjen demisioner Saleh Husein dan Dhanny Tharhansyah dan sekjen demisioner Yus Usman. Dossy menyisihkan ketiganya setelah melewati persaingan ketat dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Hanura di Hotel Shangri-La 5-7 Februari 2010.
Terpilihnya Dossy ini sudah diperkirakan sebelumnya karena internal Partai Hanura sudah mengindikasikan sekjen akan dipegang kaum muda. “Dossy mempunyai kualitas terbaik dan mau mengorbankan kepentingan pribadinya,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Bambang WS kepada wartawan saat jumpa pers seusai Munas Hanura I di Hotel Shangri-La, Surabaya, Minggu (7/2).
Menurut Bambang, Dossy adalah kader Hanura yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan kandidat lainnya. Pemilihan Dossy melalui Munas sebagai bukti tidak adanya kepentingan politik tertentu yang memesannya. (detikcom/i)

[Harian Sinar Indonesia Baru, hariansib.com, 8 Feb 2010]

Iklan

Read Full Post »

JAKARTA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kemarin merayakan hari jadinya yang ketiga. Dalam HUT yang sederhana itu, Hanura memastikan segera menggelar musyawarah nasional (munas) untuk kali pertama. Kota Surabaya, Jawa Timur, ditunjuk sebagai venue gawe tersebut.

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menjelaskan, munas itu digelar pada 5-7 Februari 2010. Dia menjamin munas tersebut akan berlangsung demokratis. “Kami partai yang bermartabat. Kami akan mengadakan munas secara elegan, tidak ada kisruh apa pun. Karena kami ingin merevitalisasi partai,” ujarnya di Kantor DPP Hanura Jalan Diponegoro, Jakarta, kemarin.

Mantan panglima ABRI itu meperkenalkan istilah SDSB untuk munas tersebut. Kepanjangan istilah itu merupakan keinginan munas, yaitu sukses, damai, sesuai harapan, dan bermartabat. Menurut Wiranto, acara tersebut adalah ajang untuk kemajuan partai, bukan perpecahan. “Dinamika yang ada akan terkendali, tidak akan seperti (partai) yang lain,” ujar purnawirawan jenderal itu.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Hanura di Jakarta Mei lalu, Wiranto secara resmi diajukan kembali sebagai calon ketua umum partai. Tampaknya, dia bakal menjadi calon tunggal. Sangat mungkin, perebutan akan terjadi pada kursi sekretaris jenderal. “Sekjen belum dibicarakan. Jadi, peluangnya akan sangat berkembang,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sekjen Hanura Yus Usman. Menurut Yus, siapa pun, asalkan kader Hanura, memiliki peluang untuk dipilih sebagai Sekjen Hanura. “Dinamika dalam partai itu biasa, seperti halnya dalam organisasi tersebut. Justru hal itu menjadi bukti Hanura sebagai partai yang diminati,” ucapnya.

Yus tidak ingin berkomentar lebih jauh soal prediksi pergantian posisinya. Menurut dia, pergantian posisi dalam partai adalah hal yang tak perlu disikapi berlebihan. “Semua anggota partai mempunyai peluang sama. Kita tak bisa menspekulasi. Jadi, tunggu munas saja,” tandasnya. (bay/tof, http://www.jawapos.com, 22 desember 2009)

Read Full Post »