Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘century’

VIVAnews.com – Anggota Tim Pengawas Angket Century dari Fraksi Hanura Akbar Faizal mempertanyakan kelanjutan kasus hukum terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pertanyaan ini terkait pengangkatan Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

“Saya meminta kepada World Bank, tolong jangan intervensi keberadaan hukum dan politik di Indonesia,” kata Akbar Faizal usai rehat rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung DPR, Jakarta, Rabu 5 Mei 2010.

Menurut dia, KPK harus tegas menyikapi langkah selanjutnya atas pengangkatan Sri Mulyani menjadi petinggi di Bank Dunia. Dia mendesak agar proses hukum yang menyeret-nyeret nama Sri Mulyani dirampungkan dulu.

“Kalau perlu, keluarkan saja surat cekal. Karena di sini masih ada masalah,” ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan ini.

Akbar menegaskan, ketika ada pejabat negara yang sedang tersandung kasus hukum, mohon jangan ada campur tangan dari dunia luar. Apalagi menyangkut kasus hukum yang sangat pelik.

“Ketika ada pejabat di sini yang bermasalah secara hukum. Jangan ditarik dulu ke sana. Ini adalah skenario untuk menyelesaikan kasus Century yang terkait Sri Mulyani. Bagaimana dengan Pak Boediono? Apa ada skenario lain?” tanya dia. (umi)

Iklan

Read Full Post »

JAKARTA, [KOMPAS.com, Inggried Dwi Wedhaswary] — Anggota Fraksi Partai Hanura, Akbar Faisal, mengatakan, sebanyak 17 anggota fraksinya secara bulat membubuhkan tanda tangan pernyataan dukungan mengusung hak angket dana talangan Bank Century pada hari Rabu (11/11) ini. Hal ini, kata Akbar, merupakan instruksi dari DPP Partai Hanura.

“Seluruh anggota Fraksi Partai Hanura hari ini tanda tangani hak angket. Ini perintah dari DPP. Kalau ada yang menolak, kena sanksi,” kata Akbar saat mengisi diskusi di Gedung DPD, Jakarta, Rabu.

Fraksinya juga mengharapkan BPK segera mengeluarkan hasil audit final terhadap kucuran dana yang konon mencapai Rp 9 triliun tersebut. BPK sendiri menyatakan akan menyerahkan hasil audit final kepada Komisi XI yang meminta dilakukan audit pada pertengahan November ini.

“Saya dengar auditnya sudah selesai. Kalau BPK tidak enak karena ada yang terancam dengan hasil audit itu, serahkan saja kepada DPR,” kata anggota Komisi V yang menjabat Wakil Sekjen DPP Hanura.

Dalam pengguliran hak angket yang diinisiasi Fraksi PDI Perjuangan itu, Hanura menitikberatkan pada pengusutan aliran dana. “Dibuka dong. Hak rakyat harus dikembalikan. Ke mana arah aliran dananya supaya dicari kejelasan dan tidak terjadi simpang siur informasi,” kata Akbar.

Anggota Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, hingga saat ini fraksinya masih menunggu hasil final audit yang dilakukan BPK. Sebelumnya, pengusung hak angket, Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan bahwa unsur dari tujuh fraksi di DPR sudah menyatakan dukungan atas digulirkannya hak angket Bank Century.

Hingga siang tadi, sebanyak 73 anggota Dewan sudah membubuhkan tanda tangan dukungan. Sesuai UU, hak angket bisa digulirkan minimal jika didukung 25 anggota. Pekan depan, usulan penggunaan hak angket akan diajukan ke Badan Musyawarah DPR untuk selanjutnya dimintakan persetujuan pada rapat paripurna. [Kompas.com, 11 November 2009]

Read Full Post »