Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2012

INILAH.COM, Jakarta – Pengusungan nama Prya Ramadhani sebagai kandidat calon wakil gubernur (Cawagub) oleh DPD Partai Hanura merupakan bukti kualitas kader Golkar diakui partai lain.

“Kita sangat menyambut baik adanya dukungan Prya Ramadhani oleh DPD Partai Hanura. Itu menjadi bukti kualitas kader Golkar diakui di DKI, khususnya oleh partai lain,” kata ketua DPP Golkar bidang Infokom, Fuad Masyhur, Rabu (1/2/2012).

Berbalik dengan apa yang dilakukan Hanura, Partai Golkar hingga saat ini masih belum menentukan siapa bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada DKI 2012 nanti.

Menurutnya, penentuan akhir cagub yang akan didukung Golkar baru setelah ada kepastian dari DPP. “Kita belum memiliki nama baik untuk cagub atau cawagub. Kita komit terhadap hasil survei yang bakal diumumkan oleh DPP,” bebernya.

Pengumuman nama calon gubernur atau cawagub yang akan diusung Golkar akan diumumkan pada Februari 2012 ini. Prya Ramadhani masuk dalam bursa kandidat cagub atau cawagub di internal Golkar.

“Kita pastikan Februari untuk cagub atau cawagub yang akan didukung. Itu untuk mempermudah struktur partai bergerak melakukan sosialisasi di masyarakat,” ungkap Fuad lagi.

Sementara itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar DKI, Zainuddin, mengungkapkan Partai Golkar mempunyai mekanisme organisasi dalam menetapkan calon gubernur atau cawagub dalam Pemilukada nanti.

“Dalam juklak DPP, disebutkan bahwa keputusan mengusung cagub didasarkan kepada hasil survei. Sementara untuk posisi cawagub ditentukan berdasarkan kebijakan partai. Karena posisi wagub hanya pelengkap saja. Yang pasti Golkar DKI tetap solid mendukung Prya Ramadhani sebagai cagub atau cawagub DKI berdasarkan hasil Musda Golkar beberapa waktu lalu,” ujarnya. [bar/Wahyu Praditya Purnomo]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1825244/hanura-usung-prya-bukti-kader-golkar-berkualitas

Iklan

Read Full Post »

Ini terkait isu perpecahan di pimpinan KPK mengenai kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games.

hanura jabar

Partai Hanura

VIVAnews – Sejumlah politisi menyatakan dukungan terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tetap solid untuk menyelesaikan kasus-kasus besar dan tidak terjebak dalam konflik internal yang seharusnya tidak perlu.

“Kami ingin memberikan dukungan agar pimpinan KPK komit, kompak menyelesaikan persoalan yang harusnya sudah selesai dan tidak meruwetkan diri dalam hal yang tidak perlu sebenarnya dalam kelembagaan,” kata politisi Partai Hanura, Akbar Faizal, di kantor KPK Jakarta, Senin 30 Januari 2012.

Sebelumnya berhembus isu perpecahan di tubuh pimpinan KPK mengenai kasus korupsi Wisma Atlet SEA games dan penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Menurut Akbar di DPR sudah lama mendengar ada polarisasi dalam berbagai keputusan komisioner KPK, terutama yang menyangkut kasus besar.

“Informasi dari wartawan yang mengatakan ada perpecahan dan Abraham sempat banting meja dan sebagainya. Sekali lagi saya menerima itu. Kemudian saya konfirmasi ke dalam (ke KPK),” ujarnya.

Saat dikonfirmasi orang dalam KPK, Akbar mengatakan orang itu membenarkan kejadian tersebut. “Lalu kemudian saya datang ke kantor DPR, saya ditanya mengenai itu, saya jawab saya sudah terima BBM dan tanya orang dalam, dan diiyakan,” terangnya.

“Makanya hari ini kami datang untuk beri dukungan, Alhamdulilah kalau tidak ada perpecahan itu,” tandasnya.

KPK Membantah

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menegaskan bahwa apa yang selama ini diberitakan mengenai perpecahan pimpinan KPK mengenai penetapan seseorang menjadi tersangka adalah tidak benar.

Jika dilihat konteks isi BBM yang menyatakan isu perpecahan itu terjadi pada rapat tanggal 23 Januari 2012 malam, dimana saat itu beredar isu beberapa pimpinan menolak Anas ditetapkan sebagai tersangka, padahal Abraham Samad sudah menandatangani penangkapan Anas Urbaningrum.

“Bahwa tidak benar ada rapat tanggl 23 malam yang membahas tentang kasus apapun,” kata Johan di kantor KPK.

Menurut Johan, tanggal 23 Januari lalu Abraham Samad masih menunaikan ibadah umroh. Selain itu tanggal 23 Januari bertepatan dengan libur nasional. “Si pembuat isu sepertinya tidak melihat kalender, kalau itu tanggal libur,” guraunya.

“Saya juga tidak tahu kenapa Akbar Faizal juga ikut mengomentari hal itu, sehingga isunya jadi besar,” tandasnya. (ren)
• VIVAnews (Elin Yunita Kristanti, Dedy Priatmojo)
http://headlines.vivanews.com/news/read/284035-akbar–kpk-jangan-pecah–jangan-mau-ruwet

Read Full Post »

hanura jabar

Partai Hanura

Jakarta – Partai Hanura mengambil sikap akhir terkait revisi UU Pemilu yakni masih tetap bertahan dengan angka Parliamentary Threshold (PT) 2,5 persen. Kalaupun ada kenaikan, Hanura siap dengan angka PT 3 persen.

“Pertama soal PT kita masih berpegang pada 2,5 persen. Namun kalau ada kenaikan maksimal 3 persen,” kata Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI, Saleh Husin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Hanura tetap mendorong sistem pemilu terbuka. Meskipun sistem pemilu tertutup lebih aman untuk kaderisasi parpol.

“Kedua pemilu dengan sistem terbuka. Alasannya satu, biarlah masyarakat yang menentukan calon wakil yang ditentukan. Jangan sampai partai yang menentukan. Kita walaupun terbuka sebelum memilih caleg kita sudah lakukan seleksi,” terang orang terdekat Wiranto ini.

Ketiga, alokasi per dapil Hanura tetap pada kisaran 3-10 kursi per dapil. Anggota DPR dipandang Hanura tak perlu ditambah dengan mengubah alokasi per dapilnya.

“Kita masih tetap pada 3-10. Saya kira kalau ada perubahan dapil mempersulit kalkulasi di daerah. Jumlah anggota DPR ya cukup 560,” kata dia.

Keempat, sistem perhitungan suara didorong Hanura selesai di dapil. Karena pada pemilu 2009 lalu perhitungan suaranya kacau.

“Sistem perhitungan suara habis di dapil karena pada pemilu 2009 pada hitungan ketiga dibawa ke provinsi terjadi keributan, ada caleg masuk karena MK bukan karena pilihan rakyat dan merugikan banyak pihak,” ucap Saleh.
(van/nik. Elvan Dany Sutrisno – detikNews)
http://www.detiknews.com/read/2012/01/31/172101/1830709/10/4-sikap-final-hanura-soal-uu-pemilu

Read Full Post »