Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2011

VIVAnews – Reform Institute melansir hasil survei terbarunya yang menemukan Partai Nasdem yang masih diproses administrasi badan hukumnya telah menyalip elektabilitas Partai Hati Nurani Rakyat yang sudah bercokol di Senayan. Nasdem memiliki elektabilitas 1,89 persen, sementara Hanura hanya 1,54 persen.

Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella tertawa keras saat ditanya soal hasil survei ini. Menurut Rio, survei ini tidak begitu fair karena Nasdem belum resmi jadi badan hukum peserta Pemilu dan juga belum dikenal luas oleh masyarakat.

“Namun dengan begitu saja, sudah bisa menyalip Hanura, sudah luar biasa,” kata Rio saat dihubungi VIVAnews, Selasa 25 Oktober 2011.

Nasdem mempertanyakan berapa angka awareness atau ketahuan publik dalam survei itu. “Jika yang mengenal hanya 31 persen, lalu yang memilih Nasdem 1,8 persen, ya hebat dong,” kata Rio. Karena, kata Rio, Nasdem sendiri masih menunggu hasil verifikasi resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Tak lupa Rio mengucapkan terima kasih atas survei itu. Survei ini diharapkan jadi pelecut Nasdem untuk bekerja lebih baik.

Sementara itu, Ketua Partai Hanura Akbar Faizal menyatakan akan mempelajari hasil survei Reform ini. “Kami ingin tahu parameter yang dipakai, untuk dijadikan masukan evaluasi bagi partai kami,” kat Akbar.

Akbar berharap, soal ‘Hanura disalip Nasdem’ ini bukan bagian dari kampanye hitam atas partainya. Untuk itu, Hanura akan mencari tahu lebih detail soal riset itu. (eh, http://politik.vivanews.com/news/read/258754-elektabilitas-nasdem-salip-hanura)

Iklan

Read Full Post »

(Okezone)- Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menolak ambang batas parlemen (Parliamentary Treshold) empat persen di Pemilu 2014 seperti diusulkan pemerintah.

“Tentu kita berharap bahwa PT naiknya bertahap. Pada pemilu 2004 kan 2 persen, tahun 2009 2,5 persen ya pada pemilu 2014 ya 3 persen,” ujar Sekretaris Fraksi Hanura DPR, Saleh Husein di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/10/2011).

Saleh menegaskan, Hanura tetap akan memperjuangkan ambang batas parlemen tetap 2,5 persen seperti Pemilu 2009. “Usulan Partai Hanura ya tetap pada angka tetap 2,5 persen. Usulan pemerintah ya usulan PD. Sementara enam fraksi masih pada usulan 2,5 persen,” tuturnya.

Kemarin malam pemerintah resmi mengusulkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) revisi UU Pemilu. Pemerintah mengusulkan ambang batas parlemen 4 persen di Pemilu 2014 yang berlaku secara nasional baik di tingkat DPR maupun DPRD.

Besaran angka PT yang diusulkan pemerintah ini sejalan dengan usulan dari Partai Demokrat. Partai Golkar dan PDIP meminta ambang batas parlemen 5 persen.

Sedangkan partai menengah seperti PAN, PKB, PPP, Hanura, dan Gerindra menginginkan agar angka PT tidak berubah atau naik hanya di kisaran tiga persen.
(ded/http://news.okezone.com/read/2011/10/27/339/521080/hanura-tolak-usulan-pemerintah-soal-pt-4-persen)

Read Full Post »