Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2010

JAKARTA- Mantan politisi dan kader Partai Golkar yang kini merapat ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Yuddy Chrisnandi menegaskan akan menaikkan perolehan suara Hanura di wilayah Jawa Barat pada Pemilu 2014 mendatang. Jika pada 2009, Hanura hanya memperoleh 4 kursi DPR di Jawa Barat, maka untuk 2014 targetnya minimal satu kursi DPR untuk satu daerah pemilihan di Jabar.

Demikian diungkapkan Yuddy yang saat ini menjabat Ketua Bidang Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu 2014 Partai Hanura kepada “PRLM” di Jakarta, Senin (8/2). “Hanura pun siap bersaing dengan partai lain dan menargetkan masuk dalam lima besar di Pemilu 2014 mendatang,” kata Yuddy.

Setelah hengkang dari Partai Golkar pasca Munas 2009 lalu, Yuddy melakukan evaluasi bahwa cita-cita dan nilai-nilai idealisme politik untuk membangun bangsa dan negara tidak dapat diteruskan di Partai Golkar.

Ia pun mengaku mendapat tawaran dari Ketua Umum Hanura Wiranto sehari setelah berakhirnya Munas Partai Golkar Oktober lalu di Pekanbaru, Riau. Apalagi, kata YUddy, Hanura dan Ketum Wiranto memberikan kesempatan untuk mewujudkan cita-cita dan nilai idealismenya untuk membangun bangsa dan negara ini.(A-130/A-50, Pikiran Rakyat, 09 Februari 2010).

Iklan

Read Full Post »

JAKARTA-Mantan politisi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi masuk dalam jajaran pimpinan teras Partai Hanura pimpinan Wiranto. Yuddy dipilih menjadi Ketua DPP. Struktur kepengurusan baru Hanura diumumkan Ketua Umum terpilih, Wiranto, sebelum acara penutupan Musyawarah Nasional Hanura di Surabaya, Minggu (7/2/2010).

Ketua DPP lainnya yang juga diumumkan Wiranto, di antaranya Subagyo HS, Suaidi Marassabesy, Mutiara Sani, Yus Usman Sumanegara, Djafar Badjeber, AS Hikam, Ali Kastela, Tari Siwi Utami, Akbar Faizal, Nurdin Tampubolon, Samuel Kotto, dan Gusti Randa.

Seperti diberitakan, Yuddy hengkang dari Golkar dan bergabung dengan Hanura. Selain Yuddy, politisi lain yang pindah sekoci adalah AS Hikam (sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa) dan Samuel Koto (Partai Amanat Nasional). Total Ketua DPP Hanura periode 2010-2015 berjumlah 21 orang atau menyusut dari kepengurusan periode sebelumnya yang berjumlah 51 orang.

Ketua Dewan Penasihat tetap dijabat Bambang W Suharto. Bambang menegaskan, partainya menerima mantan kader muda Partai Golkar Yuddy Chrisnandi dalam struktur kepengurusan karena adanya kesamaan visi.

“Kami punya visi yang sama dan dia juga tidak menuntut yang macam-macam kepada partai,” ujar Bambang saat konferensi pers seusai penutupan Munas I Hanura di Surabaya, Minggu.

Menurut Bambang, sebelumnya Yuddy telah menemui Wiranto dan menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Hanura.

Selanjutnya, ia menambahkan, Wiranto berbicara dengan dirinya untuk minta pertimbangan. “Saya menjawab silakan saja bergabung karena partai ini terbuka untuk siapa pun,” ujar Bambang. [Kompas.com, 7 Feb 2010]

Read Full Post »


PIMPIN HANURA LAGI: Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terpilih, Wiranto (tengah) bersama Sekjen terpilih, Dossy Iskandar Prasetyo (kiri) dan Ketua DPP Hanura, Yudi Krisnandi (kanan), bergandengan tangan usai penutupan Mdsyawarah Nasional (Munas) I Partai Hanura di Surabaya, Minggu (7/2). Wiranto kembali memimpin Hanura setelah dipilih peserta munas secara aklamasi. (Foto Ant/Bhakti Pundhowo)

Surabaya (SIB)
Peserta Musyawarah Nasional (Munas) I Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)diwarnai dengan adu mulut dan nyaris baku hantam. Peristiwa itu terjadi ketika pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Adu mulut dan nyaris baku hantam itu ketika anggota Hanur melakukan pembahasan oleh komisi A yang dipimpin oleh Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Sabtu (6/2).
Saat itu, terjadi adu argumentasi tentang mekanisme pemilihan kepala daerah dan wakilnya.
Keributan itu bermula saat komisi ini membahas mengenai pemilihan kepala daerah dan wakilnya. Sebagian besar dari anggota komisi itu menginginkan setiap calon kepala daerah harus diajukan melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebelum diajukan ke Dewan Pimpinan Daerah dan kemudian diteruskan ke Dewan Pertimbangan Pusa (DPP).

Namun, beberapa daerah tidak melalui mekanisme tersebut dan memotong jalur dengan tidak melalui DPC melainkan langsung ke DPD hingga ke tingkat DPP. Mekanisme yang seperti ini dianggap tidak fair karena DPC adalah pihak pertama yang mengetahui calon kepala daerah tersebut.
Sehingga sebagian dari anggota meminta agar di AD/ART dijelaskan secara detail mengenai mekanisme tersebut. Namun, oleh sebagian peserta usulan itu tidak bisa dimasukkan dalam AD/ART partai yang baru berumur 3 tahun itu.

Perseteruan itu kemudian menyulut adu mulut antar kedua belah pihak. Bahkan beberapa dari anggota akan adu hantam dan tetap bertahan pada argumentasinya masing-masing. Sehingga rapat yang seharusnya khusuk berakhir dengan keributan antar anggota.
Fuad Bawazier: Sekjen Hanura dari Kaum Muda
Siapakah yang akan menduduki kursi sekretaris jenderal (sekjen) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tampaknya akan jatuh pada calon yang masih muda. Usia muda memang diperlukan partai untuk berkembang menjadi lebih baik.

Di antara 4 orang kandidat sekjen itu, ada dua nama yang masih dalam kategori muda yakni Dossy Iskandar dan Danny Thartansyah. Penguatan kandidat yang berumur di bawah 60 tahun itu diindikasikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Hanura, Fuad Bawazier.
“Sekjen itu adalah harus orang muda karena orang muda adalah yang kami butuhkan saat ini,” kata dia saat ditemui wartawan di sela-sela Munas I Hanura di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Sabtu (6/2).
4 Calon Kuat Perebutkan Kursi Sekjen

Pertarungan sebenarnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hanura adalah perebutan kursi Sekjen.
4 nama calon kuat Sekjen Partai Hanura itu adalah Yus Usman (sekjen Hanura periode 2005-2010), Akbar Faisal (DPP Hanura), Danny Petahabsyaharsyah (wasekjen Bidang Organisasi) dan Dossi Iskandar (Ketua DPD Hanura Jatim).
Jelang pemilihan sekjen, panita membentuk tim formatur. Tim ini terdiri dari ketua umum, perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan daerah.

Pantauan detikcom di arena Munas Partai Hanura, di Hotel Shangri-La, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Jatim, Sabtu (6/2/2010), salah satu calon, yakni Dossy Iskandar, terlihat paling agresif. Dia tampak terus menempel sang ketua umum, Wiranto.
Calon lain, Yus Usman, juga telah menyatakan kesediaannya menjadi sekjen. Memang pria berkacamata ini saat ini sudah menjabat sebagai sekjen periode 2007-2010. “Kalau saya siap menjadi sekjen lagi kalau memang dipilih,” tutur Yus.
Yus tetap berusaha untuk mendapatkan kursi tersebut namun, berdasarkan mekanisme partai, penetapan sekjen melalui tim formatur. Jabatan itu penting bagi Hanura untuk berkembang lebih baik.
Dossy Iskandar Terpilih Jadi Sekjen Partai Hanura
Sudah diperkirakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Partai Hanura Jawa Timur, Dossy Iskandar terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura. Dossy menyisihkan 3 orang kandidat lainnya.

Tiga calon sekjen yang disisihkan Dossy adalah wakil sekjen demisioner Saleh Husein dan Dhanny Tharhansyah dan sekjen demisioner Yus Usman. Dossy menyisihkan ketiganya setelah melewati persaingan ketat dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Hanura di Hotel Shangri-La 5-7 Februari 2010.
Terpilihnya Dossy ini sudah diperkirakan sebelumnya karena internal Partai Hanura sudah mengindikasikan sekjen akan dipegang kaum muda. “Dossy mempunyai kualitas terbaik dan mau mengorbankan kepentingan pribadinya,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Bambang WS kepada wartawan saat jumpa pers seusai Munas Hanura I di Hotel Shangri-La, Surabaya, Minggu (7/2).
Menurut Bambang, Dossy adalah kader Hanura yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan kandidat lainnya. Pemilihan Dossy melalui Munas sebagai bukti tidak adanya kepentingan politik tertentu yang memesannya. (detikcom/i)

[Harian Sinar Indonesia Baru, hariansib.com, 8 Feb 2010]

Read Full Post »