Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2008

BANDUNG (SINDO) – Dua parpol baru, Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura) sama-sama memiliki sosok ketua umum berlatar jenderal militer. Namun, meski dinakhodai figur-figur yang pernah memegang posisi penting di kemiliteran negeri ini, kedua parpol tersebut tidak akan mengusung doktrin  bernapas militer dalam gerakannya untuk menggalang massa dan simpati.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Talim E Saputra menegaskan, doktrin militeristik tidak pernah ada di Gerindra. Sebaliknya, jajaran pengurus didominasi adalah ”orang kecil” dari berbagai kalangan seperti petani, pedagang, dan nelayan. ”Saya sendiri berlatar petani,” kata Talim kepada SINDO, kemarin.
Arah gerakan partai, lanjut dia, adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat dan kembali ke Undang-undang Dasar 1945 sebelum diamandemen.

”Dengan UUD pascaamandemen, potensi disintegrasi bangsa justru semakin tinggi. Jadi, perjuangan kami dilandasi semangat kembali ke UUD 1945 sebelum diamandemen. Bukan militeristik,” paparnya.
Dia juga menyatakan, para pengurus Gerindra tidak pernah memandang Prabowo yang diusung sebagai calon presiden adalah sosok berlatar militer.

Di tempat terpisah, Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Karhi Nisjar menegaskan, partainya bekerja untuk kepentingan rakyat tanpa membawa doktrin militer. Partainya juga selalu memilah persaingan politik dengan parpol lain yang kebetulan sama-sama mempunyai tokoh berlatar belakang militer.
”Infrastruktur Partai Hanura adalah terbuka yang bebas menerima anggota dari kalangan manapun. karena itu, basis massa Partai Hanura dari berbagai elemen dan komponen masyarakat,” ujarnya. (putu nova a putra, http://www.seputar-indonesia.com), 28 November 2008

Iklan

Read Full Post »

PHK Buruh Jadi PR Hanura

BANDUNG (SINDO) – Untuk mencapai target menjadi parpol besar dan meraih suara signifikan dalam Pemilu 2009 mendatang, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menekankan para kadernya agar melakukan aksi-aksi sosial   kesejahteraan yang manfaat konkretnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Dirumahkannya ribuan buruh dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengancam puluhan ribu pekerja sebagai dampak krisis keuangan global juga menjadi fokus perhatian Hanura. Partai yang didirikan Wiranto ini bertekad menjadi bagian dari salah satu solusi.
Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Karhi Nisjar mengatakan, partainya bertekad mampu berperan besar dalam upaya memandirikan dan lebih menyejahterakan masyarakat. Terlebih di masa sulit sekarang ini di saat semua kalangan terancam imbas krisis ekonomi global. Apalagi dampak krisis diproyeksikan bakal sangat terasa pada 2009 mendatang.
”Mendorong kemandirian dan kesejahteraan kepada masyarakat menjadi prioritas utama kami. Setidaknya, masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kalau gampang mendapat kerja, maka daya beli masyarakat akan kuat. Sistem perekonomian  kita pun kokoh,” ujar Karhi saat ditemui SINDO di sekretariat DPD Partai Hanura Jabar Jalan RE Martadinata No 106  Kota Bandung, kemarin.
Dengan visi itu, lanjut Karhi, maka par kader partai dituntut rajin terjun langsung ke tengah masyarakat untuk berbagi dan mendengarkan aspirasi mereka kemudian melakukan aksi yang menjadi solusi permasalahan.
Menurut Karhi, Hanura di Jabar telah membentuk kepengurusan hingga level anak ranting. Bila fokus garapan itu benar-benar dilaksanakan semua kader secara massif, maka selain kesejahteraan rakyat terangkat, masyarakat juga akan lebih  mengenal Partai Hanura berikut kader-kadernya. Karhi menekankan, kepopuleran dan kedekatan ini bakal sangat menguntungkan partai saat berlaga pada Pemilu 2009 nanti.
”Yang terpenting, parpol dan kader bekerja cerdas, memberi program-program konkret, dan tidak membohongi rakyat,” terang pembantu rektor Universitas Widyatama Bandung ini.
Karhi mengungkapkan, dalam waktu dekat Partai Hanura Jabar akan menggembleng sekitar 65.000 kadernya   agar  tidak gagap bergerak ”menyentuh” masyarakat sekaligus menjalankan langkah-langkah pemenangan pemilu. Rencananya, Partai Hanura akan menempatkan 3 hingga 5 kader di setiap tempat pemungutan suara (TPS) saat hari pencontrengan nanti.
Sementara itu, calon legislator (caleg) Partai Hanura untuk DPRD Jabar dari daerah pemilihan (dapil) 1 (Kota Bandung dan Kota Cimahi) nomor urut 1 Dedy Yusuf menambahkan, semua jajaran partai terutama caleg harus peka dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di tingakt akar rumput. Untuk saat ini, dia melihat fenomena puluhan ribu buruh yang sudah di-PHK dan dirumakan adalah pekerjaan rumah atau PR utama Hanura.
”Kondisi ini harus segera diselesaikan. Seorang kader partai harus tanggap dengan situasi dan cepat mengambil langkah-langkah solusi persoalan rakyat. Jangan hanya karena menjadi caleg dan butuh suara saja bermanis-manis dan berupaya menarik simpati calon pemilih,” ujar Dedy.
Menurut dia, interaksi langsung dengan masyarakat dapat dilakukan dengan dua strategi. Pertama, menggerakkan struktur partai mulai tingkat provinsi hingga anak ranting. Dan kedua, mengefektifkan aspek non struktural seperti para simpatisan, organisasi massa yang memiliki kedekatan dengan Partai Hanura, dan melalui media massa. ”Ketiga jaringan ini akan mempermudah partai dan caleg untuk berkomunikai dan berinteraksi secara langsung kepada masyarakat,” kata Dedy. (putu nova a putra, http://www.seputar-indonesia.com), 28 November 2008

Read Full Post »

Aksi Partai Hanura Jawa Barat

Menurut Ketua DPD Partai Hanura Jabar Prof. Karhi Nisjar, partainya siap tampil beda. “Kami akan menjawab apa harapan dan keluhan masyarakat,” tuturnya. Implikasinya, program kampanye yang akan dijalankan nanti pun diarahkan ke hal-hal yang bersifat riil.

“Berbagi dalam aksi. Itu prinsip kami. Kami punya kelebihan apa, itulah yang akan dibagi ke masyarakat.meski hanya kecil. Kampanye tidak akan obral janji,” ujarnya. Kegiatan macam pengobatan gratis dan bagi-bagi sembako seperti dilakukan pekan lalu kepada 500 tukang becak di Bandung akan lebih sering dilakukan. Termasuk, kegiatan pemberdayaan usaha kecil. Percontohan ladang singkong untuk menyerap banyak tenaga kerja dan proyek energi alternatif di wilayah Garut Selatan dijadikan program andalan.

[dikutip dari Saatnya Turun dari Panggung Orasi, Kompas.com, 20 Juli 2008)

Read Full Post »

Penyanyi dangdut Ade Nurul mengaku menemukan hal-hal di luar dugaannya ketika memutuskan menjadi calon anggota legislatif. Mulai dari cara berbicara, perasaan terhadap relasi dengan orang lain hingga masalah uang.

Hal ini diungkapkan Ilmi Nurul Huda, nama asli Ade Nurul, usai sarasehan artis caleg di Graha Niaga Jakarta, Rabu (19/11). “Kalau jadi artis kita dapet duit, tapi begitu sosialisasi kita harus nyumbang ini itulah. Ada juga yang datang-datang minta uang. Saya sempat mikir, udah deh saya nggak mau gabung lagi sama politik. Saya mau total artis saja,” ujar Ade.

“Tapi gue tetep semangat untuk maju. Gue emang bukan orang politik tapi gue kan dari sosial politik kuliahnya. Jadi gue bisa cocok aja. Meski harus belajar di lapangannya,” lanjut perempuan yang menjadi caleg Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di dapil Jabar & (Bekasi, Purwakarta, Karawang) di nomor urut 3.

Ade menuturkan dirinya akhirnya bergabung dengan Hanura melalui Barisan Artis Hanura setelah diajak pedangdut lainnya Alisya Djohar. Kemudian, dirinya ditawari menjadi caleg terkait syarat kuota perempuan bagi parpol. Dirinya merasa senang dan berpikir dapat memanfaatkan keartisannya untuk meraup suara. Oleh karena itu, dia memilih Karawang sebagai salah satu dapilnya. Karawang terkenal sebagai basis dangdut.

“Saya pikir seperti bikin panggung, gampang. Tapi kejadiannya untuk masuk ke politik nggak sesederhana yang saya pikirkan. Orang-orang yang dulu kita pikir temen ternyata bisa jadi lawan. Belum ada oknum-oknum yang berusaha memanfaatkan kita, minta-minta duit itu,” tutur Ade.

Masalahnya, Ade berkata, banyak yang berpikir caleg DPR RI itu orang kaya ‘tujuh turunan’. Namun demikian, Ade menyukai tugas ini karena dirinya merasa dibandingkan politisi, Ade yang sering manggung di daerah-daerah terpencil pasti bertemu orang-orang dari kalangan bawah.

“Saya yang langsung ketemu dengan mereka lebih tahu daripada politisi-politisi di DPR. Gue juga melihat bahwa kondisi ekonomi susah apalagi orang-orang yang mencari nafkah di kampung, saya berpikir gimana ini berubah. Menurut saya, ini bisa diubah kalau lewat jalur politik,” ujar Ade yang menyiapkan dana sekitar Rp 300 juta untuk meraup 33.000 suara.

Ade yang sempat mengalami kecapekan dan stres akibat sosialisasi menjelang pemilu belajar untuk tidak mudah marah. Selain itu dirinya belajar untuk memperbaiki cara bicara dan sikapnya selama ini. “Kalau sama temen-temen artis kan biasanya ngomongnya bebas. Tapi pas sosialisasi harus menahan diri,” tandas Ade yang satu dapil dengan Nurul Arifin dari Partai Golkar.

Ade juga mengeluhkan kesulitan memasarkan nama aslinya di tengah-tengah konstituennya. Meski terkadang dalam sosialisasi dia sudah terus-menerus memberi tahu bahwa namanya adalah Ilmi Nurul Huda. “Gue kan bilang, pak, ibu nama saya Ilmi Nurul Huda. Mereka jawab ‘iya,iya, iya’. Tapi tetep aja kalau manggil gue itu ‘Bu Ade, Bu Ade. Capek deeh,” ujarnya. Dirinya mengharapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbolehkan penggunaan nama alias dalam surat suara. (Caroline Damanik, Kompas.com, Kamis, 20 November 2008 )

Read Full Post »

Daftar Calon Tetap

Daftar Calon Tetap Partai Hati Nurani Rakyat untuk Jawa Barat

Jawa Barat I
1. Dr. H. BERLIANA KARTAKUSUMA
2. Dr. (HC) CLARA SITOMPUL TAMBUNAN
3. H. MUKTI SUTRISNO, SE
4. SISKA ADHELIA
5. Drs. BUDI HENRI SUSENO, MBA
6. DEWI KANIA, SE, M.Si
7. ALAN SAHALA SITOMPUL, SH
8. JAENUDIN, SH, MH

Jawa Barat II
1. H. DEDI SUKARDAN MARTADIPRAJA, SH, MH
2. Ir. H. FUAD ZAKARIA
3. Dra. P LELAWATY, M.Si
4. Drs. K.H. OLIH KOMARUDIN
5. IMAS NOERAINI
6. SYARIFAH INTAN, S.IP
7. Hj. KETTY SUKAESIH, SE
8. GLORIA HISTORINA IKTIYARI, ST
9. MARTA SINAGA, SKEP
10. Ir. BILLY AB SUPIT
11. MUHAMAD SATYA
12. RIKA IRIANTI, SH

Jawa Barat III
1. ERIK SATRYA WARDHANA
2. Ir. REZA SATRIA, MBA
3. Hj. SUNINGSIH, SH, MM
4. DR. Ir. REDY PRIAMBADA SUKOMAD, MBA
5. Dra. R CONNY KAMAYANTI
6. SYARIFAH MASAAT ALHASNY
7. ENDANG SUHERMAN KARTADINATA, SH
8. Drs. H. NADJAMUDDIN
9. SAVIRA MIRZA
10. DIAN HASRY BEY
11. HENGKI KOMAWAL, S.Sos

Jawa Barat IV
1. H. IING SOLIHIN NOORGIANA
2. AEH CHAERUL SALEH, SE
3. Dra. YULIANA RACHMAWATY
4. DR. H. KHAIRUL ALWANN, ST
5. DINIE WIDIANA, ST
6. PRAYOGA PUTERA UTMA, S.Ds
7. LULU LUSI GEMMAYANTI, S.Sos

Jawa Barat V
1. JUS USMAN SUMANEGARA, SE, MM
2. AHMAD SUKMA GONDEWA PURNAMA WARMAN
3. NURUL AZIZAH
4. MUCHSIN UMAR ALATAS
5. Drs. KEMAS ABUHANIFAH, MM
6. IRIANA INDRAWATI
7. Drs. ASRI AL JUFRI, M.Si
9. Ir. SURYAWINATA, A.Ma.
10. AJI PAMUNGKAS
11. LUTFI ADENAN NASUTION

Jawa Barat VI
1. JOHN DAULAT PANGIHUTAN SIMAMORA
2. INDRA SETIAWAN HARSONO
3. ANITA FIRDAUS
4. ATHUR MANURUNG, SE, MM
5. Ir. WISNU PURNOMO
6. R.A. AMALIA SANTOSO, SH
7. Ir. MALONDA CASIANUS PANJAITAN, MM

DAPIL : JABAR VII
1. WISNU DEWANTO
2. ACHMAD AFFANDI
3. ILMI NURUL HUDA, S.Sos
4. Ir. ABADI ATMANAGARA, MBA
5. SRI AMELIA RINI
6. CHRISTIAN RETRAUBURU, S.IP
7. R. SANTOSO SOGIANTO
8. ESTHER LIDYA SITOMPUL
9. Drs. H. IBRAHIM ABDULLAH, SE
10. BUDIONO SUPRAPTO, SE
11. FAISAL HABIBIE
12. HENRY BADIRI SIAHAAN, SH

DAPIL : JABAR VIII
1. MIRYAM S. HARYANI, SE, M.Si
2. H. SOFYAN ISKANDAR, SE, MM
3. Drs. S. BUDDHY HARTONO
4. RATU SRI AGUS MULYANINGSIH
5. JOKO SETIANTO
6. YUYUN, MM
7. RONY PASANEA
8. Dra. SUTJI ISLAMIYAH
9. BAMBANG HARYANTO, SE

DAPIL : JABAR IX
1. H. FAROUK SUNGE
2. Prof. Dr. MAMAN KUSMAN, SE, MBA
3. R. RINA NOVIANTY ARIAWATY, SE, M.Si
4. KARJAN, SH
5. Dr. H. WIDIYANTO DWI SURYA, M.Sc
6. LAELAH SARI FATIMAH
7. ADE RACHMAT RAFLI
8. Ir. WAWA JAKA SUNGKANA, MM
9. H. SUWANDA, ST
10. H. SOLICHIN TRIJONO KUSNADI

DAPIL : JABAR X
1. Drs. H. EDI KUSNADI
2. H. MOCHAMAD SALEH
3. ANA SUPIANA
4. Ir. DARWIS
5. SWASTININGSIH
6. HERNANTO PURNAMA, SH
7. ENITA ADYALAKSMITA, SH
8. H. R. RICKY AGUSIADY, SE

DAPIL : JABAR XI
1. Prof. DR H. KARHI NISJAR, S.AK, MM
2. Drs. H. AKHMAD NURHANA SOBANA
3. INTAN FITRIANA FIAUZI, SH, LLM
4. DIDIN SAEFUDDIN, SE
5. Dra. Hj. TUTI TURSINA, M.SI
6. Ir. H. SULISTIYONO
7. ATANG SUMANTRI, SH
8. Hj. SITI AMINAH, SH, MH
9. FAUZIE EFENDI, SMHK
10. Drs. H. R DADEN SUYUPURTANTO

sumber: hanura.com

Read Full Post »