Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2008

Ronald Tanamas – detikNews, Rabu, 24/09/2008 17:16 WIB

Jakarta – Salah satu pendiri Partai Hanura, Bahaudin Thonti, menyatakan dirinya mundur dari partai yang dipimpin Wiranto tersebut. Alasan utama pengunduran dirinya disebabkan Hanura saat ini sudah tidak mengedepankan hati nurani namun lebih mengedepankan materi.

Thonti menyebutkan, salah satu contoh Partai Hanura sudah mengedepankan materi adalah tidak menghargai kader yang berkeringat. Hal ini dialami oleh kader berinisial EH dari Dapil Jawa Barat. Ketika EH melakukan pencalegan oleh pengurus Dewan Pimpinan daerah (DPD) Hanura Jawa Barat dimintai uang puluhan juta untuk mendapatkan nomor urut strategis di Dapil Jabar.

“Ini dialami oleh kader inisial EH dari Dapil Jawa Barat. Saya tahu persis dia adalah kader Hanura yang berkeringat,” kata Bahaudin Thonti kepada detikcom per telepon, Rabu ( 224/9/2008).

Thonti menambahkan karena EH tidak memberikan setoran uang sesuai yang diminta pengurus DPD maka kader ini dilempar dari provinsi ke kabupaten. Contoh lainnya adalah sikut-menyikut yang dialami antar kader di dalam internal partai itu sendiri. Persoalannya terkadang hanya sepele yaitu disebabkan mempertahankan konsep semata. Ia juga mengaku sudah tidak perduli apakah ketua umum mengetahui permasalahan internal partainya atau tidak.

“Saya tidak tahu dengan pasti apakah beliau mengetahui permasalahan ini atau tidak. Mestinya beliau itu tahu karena punya banyak mata dan kuping,” kata Bahaudin.

Pria yang merupakan ayah kandung dari Ulfa Dwiyanti ini mengatakan akan memfokuskan kegiatannya setelah keluar dari partai kepada pembangunan pedesaan. Ia menjelaskan pembangunan sistematis pedesaan bisa menjadi basis pembangunan masyarakat. Dan hal ini belum tersentuh oleh partai.
(ron/iy)

Iklan

Read Full Post »

Jakarta, Media Center – Untuk memenangkan target lima besar pada pemilu 2009 mendatang, DPD Partai Hanura Jawa Barat terus melakukan pelatihan untuk kader dan calon legislatif, serta konsolidasi. Senin (4/8) lalu, DPD Jawa Barat kembali melakukan pelatihan kader. Pelatihan kali ini diikuti oleh 250 kader dan calon legislatif dari 26 kota dan kabupaten se-Jawa Barat di Bandung. Sekretaris Partai Hanura Jabar Dedi Sukardan di sela acara pelatihan mengatakan Partai Hanura Jawa Barat tidak akan mencalonkan artis dalam pemilu legislatif mendatang. Partai Hanura akan lebih mengedepankan kader yang memang secara politik teruji.

Menurut Dedi, alasan tidak mencalonkan artis karena enggan disebut latah atau mencalonkan legislatif secara asal-asalan. “Partai kami tidak mau mencalonkan artis, apalagi yang tidak tahu politik. Karena kami tidak ingin ada caleg yang hanya mengandalkan wajah serta kepopulerannya. Melainkan ingin menggodok politisi yang memang benar mengerti akan kondisi bangsa,” ungkap Dedi kepada okezone.com. “Kami akan memberdayakan para kader baru yang siap mental, ideologi serta kepribadian yang solid dan teguh,” tambah HM Iwan Setiawan, salah seorang kader pendiri Hanura.

Dedi meyakini ketertarikan masyarakat pada suatu partai bukan karena artis, tetapi partai yang benar-benar memperjuangkan masyarakat. Karenanya, kata Dedi, Hanura tak takut kekurangan suara.

Komposisi caleg Hanura untuk Jabar, kata Dedi, mayoritas merupakan wajah-wajah baru. Ada mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS), seperti mantan Sekda Sumedang, Dudin Sadudin, kemudian mantan kepala Bapeda Kabupaten Bandung, Wahyu GP, dan lain sebagainya.

Dedi juga mengungkapkan Hanura Jabar menargetkan kuota perempuan yang duduk di kursi legislatif sebanyak 30 persen. Menurutnya, hingga kini caleg perempuan sudah mencapai 25 persen

Dalam kegiatan Badiklat tersebut, Hanura juga memperkenalkan kader barunya yang merupakan kader lama dari partai-partai besar seperti PDIP, Partai Demokrat, serta Golkar dan para kader baru yang siap bersaing di kancah politik. (Rth)

sumber: hanura.com

Read Full Post »