Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘caleg’

Ade Nurul Jengah Dimintai Duit

Penyanyi dangdut Ade Nurul mengaku menemukan hal-hal di luar dugaannya ketika memutuskan menjadi calon anggota legislatif. Mulai dari cara berbicara, perasaan terhadap relasi dengan orang lain hingga masalah uang.

Hal ini diungkapkan Ilmi Nurul Huda, nama asli Ade Nurul, usai sarasehan artis caleg di Graha Niaga Jakarta, Rabu (19/11). “Kalau jadi artis kita dapet duit, tapi begitu sosialisasi kita harus nyumbang ini itulah. Ada juga yang datang-datang minta uang. Saya sempat mikir, udah deh saya nggak mau gabung lagi sama politik. Saya mau total artis saja,” ujar Ade.

“Tapi gue tetep semangat untuk maju. Gue emang bukan orang politik tapi gue kan dari sosial politik kuliahnya. Jadi gue bisa cocok aja. Meski harus belajar di lapangannya,” lanjut perempuan yang menjadi caleg Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di dapil Jabar & (Bekasi, Purwakarta, Karawang) di nomor urut 3.

Ade menuturkan dirinya akhirnya bergabung dengan Hanura melalui Barisan Artis Hanura setelah diajak pedangdut lainnya Alisya Djohar. Kemudian, dirinya ditawari menjadi caleg terkait syarat kuota perempuan bagi parpol. Dirinya merasa senang dan berpikir dapat memanfaatkan keartisannya untuk meraup suara. Oleh karena itu, dia memilih Karawang sebagai salah satu dapilnya. Karawang terkenal sebagai basis dangdut.

“Saya pikir seperti bikin panggung, gampang. Tapi kejadiannya untuk masuk ke politik nggak sesederhana yang saya pikirkan. Orang-orang yang dulu kita pikir temen ternyata bisa jadi lawan. Belum ada oknum-oknum yang berusaha memanfaatkan kita, minta-minta duit itu,” tutur Ade.

Masalahnya, Ade berkata, banyak yang berpikir caleg DPR RI itu orang kaya ‘tujuh turunan’. Namun demikian, Ade menyukai tugas ini karena dirinya merasa dibandingkan politisi, Ade yang sering manggung di daerah-daerah terpencil pasti bertemu orang-orang dari kalangan bawah.

“Saya yang langsung ketemu dengan mereka lebih tahu daripada politisi-politisi di DPR. Gue juga melihat bahwa kondisi ekonomi susah apalagi orang-orang yang mencari nafkah di kampung, saya berpikir gimana ini berubah. Menurut saya, ini bisa diubah kalau lewat jalur politik,” ujar Ade yang menyiapkan dana sekitar Rp 300 juta untuk meraup 33.000 suara.

Ade yang sempat mengalami kecapekan dan stres akibat sosialisasi menjelang pemilu belajar untuk tidak mudah marah. Selain itu dirinya belajar untuk memperbaiki cara bicara dan sikapnya selama ini. “Kalau sama temen-temen artis kan biasanya ngomongnya bebas. Tapi pas sosialisasi harus menahan diri,” tandas Ade yang satu dapil dengan Nurul Arifin dari Partai Golkar.

Ade juga mengeluhkan kesulitan memasarkan nama aslinya di tengah-tengah konstituennya. Meski terkadang dalam sosialisasi dia sudah terus-menerus memberi tahu bahwa namanya adalah Ilmi Nurul Huda. “Gue kan bilang, pak, ibu nama saya Ilmi Nurul Huda. Mereka jawab ‘iya,iya, iya’. Tapi tetep aja kalau manggil gue itu ‘Bu Ade, Bu Ade. Capek deeh,” ujarnya. Dirinya mengharapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbolehkan penggunaan nama alias dalam surat suara. (Caroline Damanik, Kompas.com, Kamis, 20 November 2008 )

Read Full Post »

Jakarta, Media Center – Untuk memenangkan target lima besar pada pemilu 2009 mendatang, DPD Partai Hanura Jawa Barat terus melakukan pelatihan untuk kader dan calon legislatif, serta konsolidasi. Senin (4/8) lalu, DPD Jawa Barat kembali melakukan pelatihan kader. Pelatihan kali ini diikuti oleh 250 kader dan calon legislatif dari 26 kota dan kabupaten se-Jawa Barat di Bandung. Sekretaris Partai Hanura Jabar Dedi Sukardan di sela acara pelatihan mengatakan Partai Hanura Jawa Barat tidak akan mencalonkan artis dalam pemilu legislatif mendatang. Partai Hanura akan lebih mengedepankan kader yang memang secara politik teruji.

Menurut Dedi, alasan tidak mencalonkan artis karena enggan disebut latah atau mencalonkan legislatif secara asal-asalan. “Partai kami tidak mau mencalonkan artis, apalagi yang tidak tahu politik. Karena kami tidak ingin ada caleg yang hanya mengandalkan wajah serta kepopulerannya. Melainkan ingin menggodok politisi yang memang benar mengerti akan kondisi bangsa,” ungkap Dedi kepada okezone.com. “Kami akan memberdayakan para kader baru yang siap mental, ideologi serta kepribadian yang solid dan teguh,” tambah HM Iwan Setiawan, salah seorang kader pendiri Hanura.

Dedi meyakini ketertarikan masyarakat pada suatu partai bukan karena artis, tetapi partai yang benar-benar memperjuangkan masyarakat. Karenanya, kata Dedi, Hanura tak takut kekurangan suara.

Komposisi caleg Hanura untuk Jabar, kata Dedi, mayoritas merupakan wajah-wajah baru. Ada mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS), seperti mantan Sekda Sumedang, Dudin Sadudin, kemudian mantan kepala Bapeda Kabupaten Bandung, Wahyu GP, dan lain sebagainya.

Dedi juga mengungkapkan Hanura Jabar menargetkan kuota perempuan yang duduk di kursi legislatif sebanyak 30 persen. Menurutnya, hingga kini caleg perempuan sudah mencapai 25 persen

Dalam kegiatan Badiklat tersebut, Hanura juga memperkenalkan kader barunya yang merupakan kader lama dari partai-partai besar seperti PDIP, Partai Demokrat, serta Golkar dan para kader baru yang siap bersaing di kancah politik. (Rth)

sumber: hanura.com

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.